Mahasiswa FAPERTA UNTIKA Luwuk mendorong konsep pertanian berkelanjutan

FAPERTA NEWS. Salah satukendala yang sering dihadapai petani di Kabupaten Banggai adalah ketersediaan sarana dan prasarana penunjang produksi hasil-hasil pertanian. Teknologi budidaya yang umum diterapkan berorientasi pada bahan-bahan sintetik (kimia) sehingga dalam penggunaan jangka panjang akan berpengaruh pada lingkungan termasuk biofisik tanah dan juga kehidupan organisme lain yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman.

Sosialisasi konsep pertanian berkelanjutan yang memanfaatkan agen hayati masih jarang diterapkan oleh petani kita di Kabupaten Banggai, sehingga perlu dilakukan studi untuk memastikan petani bahwa penting untuk menerapkan konsep pertanian berkelanjutan.

Dzikri Noerdiansyah merupakan Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Faperta Untika Luwuk telah melakukan penelitian dengan memanfaatkan agen hayati Trichoderma untuk menanggulangi penyakit layu fusarium pada tanaman bawang merah yang sering terjadi di lahan pertanian Desa Salodik. Dalam penelitiannya, Dzikri dibimbing langsung oleh Bapak Mihwan Sataral dan Bapak Frederik Lamandasa. Penggunaan Trichoderma ini awalnya belum diterima sepenuhnya oleh petani di Desa tersebut karena belum ada uji coba yang dilakukan di lahan mereka.

Dari hasil penelitiannya menunjukan bahwa penggunaan Trichoderma mampu menekan tingkat kejadian penyakit layu fusarium pada bawang merah. Selain itu, penggunaan Trichoderma juga mampu meningkatkan produksi bawang merah sebesar 12,15 ton/ha. Hasil ini jika dibandingkan dengan produktivitas bawang merah di Kecamatan Luwuk Utara 8 ton/ha berarti terjadi peningkatan produktivitas sebesar 51,9%. Hasil ini bisa menjadi masukan ke petani bawang merah bahwa penggunaan agen hayati Trichoderma selain dapat menekan tingkat kejadian penyakit layu fusarium, juga dapat meningkatkan produksi bawang merah.  Hasil penelitian ini bisa menjadi rekomendasi bagi para petani dan juga stakeholder terkait dalam penerapan konsep pertanian berkelanjutan

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan pada Jurnal Pertanian Tropik (terakreditasi Sinta 4) yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara dengan judul “The Effect of Trichoderma sp on the Intensity of Fusarium Disease and Production of Shallot”.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *